Minggu, 23 September 2012

RICKY REZHA - SEPTEMBER 2012

lekat pekat perjalanan..
Hidup bagaikan selembar daun..
Waktu tinggallah penentu..
Dimana awal & akhir semua perjalanan..
Lalu..
Menyisihkan kenangan..
Kemudian..
Hilang ditelan masa..
Tak ada ukiran terlintas..
Hanya sepercah hati..
Yang tertambal dekil..


RICKY REZHA 24/09/2012

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 bersama sang bayu yang berhembus..
Jiwa bagaikan debu..
Melayang,hilang dalam hempasan..
Mungkin..
Tak ada waktu yang tertinggal..
Tetapi,,
Tersisa sepenggal cerita..
Yang lusuh,penuh debu yang melekat..


 RICKY REZHA 24/09/2012
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 diantara sujudmu..
Diantara tangan yang tengadah ke atas..
Tetapi,ambisimu..
Egomu..
Telah mengalahkan dirimu..

Kau tertawa riang..
Kau tersenyum..
Kau telah mengalahkan sainganmu..
Bahkan tak kau ingat..
Dirimu yang dulu menderita..
Kau MANUSIA YANG LUPA PADA MASALALU MU..


 RICKY REZHA 24/09/2012

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
 kutahu,langkahku mulai lemah..
Kekuatanku perlahan-lahan mulai hilang..
Ucapku terdiam dalam penyesalan..
Bahkan rintihku mulai menyiksa..

Jalanku menemui persimpangan..
Bila aku salah memilih jalan,jiwaku menderita..
Tetapi,aku tahu,BAPA tak akan membiarkan aku..
DIA,akan terus menemani setiap langkahku..
DIA, akan terus meneguhkan aku..
DIA, tak akan membiarkan aku dalam kesendirian,meskipun dunia menyisihkan aku..
karena,KAU ADALAH BAPAku..

 
 RICKY REZHA -22 SEPTEMBER 2012

----------------------------------------------------------------------------------------------------
 bersemayam resah menggelayut jiwaku..
diantara batas tapal jalan yg bersimpangan..
Nuraniku membisikkan keheningan dalam hembusan sang bayu..
Sementara, gelora ragaku mengamuk, menghancurkan rasa derita..

Sudah waktu y beranjak,menjejakkan ketenangan..
Dalam perjalanan menatap indah y mentari..
Daripada terperangkap dalam sangkar,penuh mulut yang menggonggong..


 RICKY REZHA - 20 SEPTEMBER 2012
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 gelora jiwaku masih melanda..
Seakan ingin menenggelamkan dunia,dalam amarah..
Badai ini akan terus mengamuk..
Sehingga remuk jiwaku dalam kesakitan..

Mulut bagaikan buaya..
Ingin kubakar dengan api yang bergelora..
Panas y takkan hilang,sebelum nurani diam..
Diamlah jiwaku,.
Padamkanlah seluruh bara yang terbakar..
Hingga akupun akan menghilang..


 RICKY REZHA - 19 SEPTEMBER 2012
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
 lalu..
Dimana letak penyangga..
Pilar-pilar penahannya telah rapuh..
Tak ada guna y..
Kata bagaikan pisau..
Membelah amarah..
Gejolak hanya menepi..
Pasang surut tinggal waktu..


 RICKY REZHA - 19 SEPTEMBER 2012

----------------------------------------------------------------------------------------------------
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar